Memperkenalkan @z104PRODUCTIONS #PURWOREJO #INDONESIA

Pada tanggal 1 Januari 2012, sekumpulan anak-anak yang mengaku sok kreatif dan ‘ngglidhig’ itu menyesuaikan username akun-akun jejaring media sosialnya. Sekumpulan ‘insan kreatif” —kalau memang diakui dan disubsidi— itu adalah z104 Productions. Selama ini mereka hanya menuliskannya dengan z104 Production (yang tanpa ’s’ di buntut katanya). Akun-akun yang disesuaikan antara lain pada Yahoo, Flickr, Facebook, Twitter, Koprol —dan seterusnya nanti—, yakni dengan username z104PRODUCTIONS . Nah, teman-teman yang ingin menyesuaikannya juga, silakan. :)

Comments

Menyiapkan Program Acara Radio

capture2

Yuk, kita terusin cerita-ceritanya, seputar aktivitas kami empat tahun lalu, alias 2×104 pekan lalu.

Tiga bulan terakhir di tahun 2007, kami memulai sebuah program yang kami namakan z104, alias ‘zona104fm’, keren ya, hahahaha.. Mengapa tiga bulan? Anggap saja kebetulan, kebetulan enak untuk  dijadikan patokan waktu, tepat tiga belas pekan, atau ada tiga belas hari Minggu. ‘zona104fm’ ini adalah sebuah program radio yang kami bayangkan sejak awal laksana sebuah program acara televisi. Konon, sebuah program acara televisi itu butuh ’satuan 13 episode’ dalam satu paket. Mungkin khusus untuk sinetron kejar tayang atau program berjangka panjang. Pokoknya secara pemaketan seperti itulah. Ini untuk melandasi pola fikir dan cara kerja yang kami anggap relevan saat itu. Kami juga telah berfikir seandainya memungkinkan, kami pun ingin menciptakan aktivitas ‘berbagi’ dengan cara kami sendiri. Maka dari itu hal-hal penting selama kami beraktivitas ke depan hendaknya terdokumentasi. Dan yang paling penting adalah ‘diskografi’, karena ini adalah konten utama dalam penyelenggaraan sebuah program acara penayangan.

Pada tahun 2006, kami sudah mulai melirik dan mengoleksi beberapa track indie. Track-track seperti itulah yang kami anggap cukup menarik ke depan, khususnya bagi kami, khususnya untuk kami lakukan di Purworejo saat itu. Radio-radio di Purworejo, saat itu tak ada satu pun yang mengkhususkan pemutaran karya musik rekam musisi lokal dalam satu program acara. Padahal kami bertemu dengan banyak band indie asal luar Purworejo dan mereka amat membutuhkannya, di samping karya-karya band indie asal Purworejo yang sudah ada yang memulai aktivitas ‘indie’-nya. Dengan bekal sekitar 80-an tracks saat itu, kami mencoba melengkapinya dengan berbagai profil mereka dan materi konten yang lain, seputar gaya hidup. Kami sudah berfikir dan memilih, bahwa mendengarkan musik akan berhubungan dengan banyak hal di kehidupan sehari-hari, bahkan dengan hobi atau kegemaran tertentu. Kami pun menyiapkan pendekatan z104 indielife, alias gaya hidup independen dalam menikmati karya-karya musik rekam musisi lokal yang dimulai dari ‘zona104fm’. Deejay (sebutan keren untuk penyiar-presenter-produser kami) z104 pun akan kami pilih dengan pendekatan talenta, media relationship dan kehumasan yang bisa dikembangkan. Idealis ya, .. harus..!!!

graphic1

Program yang kami ingini, -kami yakin ini bermanfaat- menginspirasi dan memotivasi anak muda, anak band, media, para pendukung, serta stakeholders. Jadi, kalau formatnya seperti sudah-sudah yang pernah ada, buat kami jelas-jelas belum yang kami ingini. Kami ingin melakukan lebih, walau sumber daya terbatas, di lingkungan yang serba terbatas. Ini menariknya! Selalu menebar tantangan dan mendebar jantung saat-saat menghadapi deadline. Kami menentukan hari Minggu sebagai hari H tiap pekannya. Tiga bulan itu kami maknai sebagai program uji coba, yang nantinya bisa lanjut atau stop. Artinya, kami sebagai production house dalam hal ini dan media penyiaran radio di sisi lain, sepakat ‘project’ ini (satu tahun ke depan dengan delapan jam perpekan mengorbit) cukup masuk akal. Jika ada sebab di luar kuasa kita, ya itu tadi..  sebagai mimpi yang tertunda pencapaiannya, setidaknya bagi kami. Maka, jalani saja..

Itu tentang APA.. Nah, tentang SIAPA kami, ternyata admin pernah menulis di blog ini, di biographical info, bahwa kami merupakan

sekumpulan anak muda yang mencoba untuk lebih kreatif dalam mewadahi talenta yang diberikan Tuhan untuk dipergunakan dalam kehidupan mereka pribadi dan orang lain untuk masa depan mereka.

Dalam Wordpress, admin kami juga pernah menulis..

Artist Management kami geluti sekitar Maret 2007, menyusul Talent Management dan Production House. Sebelumnya kami menempa diri dalam hal Manajemen Media Massa, (full service) Advertising dan Media Specialist. Aktivitas Production House kami creat sejalan dengan daya dukung yang ada, potensi yang kami kembangkan dan target-target pencapaian yang terukur masuk akal. z104 IndieLife (spesial indie buat kamu) merupakan program penayangan track-track indie musisi lokal (selanjutnya kami sebut dengan indiez) melalui frequency modulation radio broadcasting station, tiap Minggu jam 10 pagi sampai dengan jam 12 siang sejak awal 2008 lalu. Jadi hingga catatan ini diunggah, sudah lebih dari setahun lalu diawali. Ujicoba tayangan pun kami lakukan dalam kurun waktu selama 3 (tiga) bulan sebelumnya.

Itu ‘batasan-batasan’ cara kami mengenalkan diri, karena kami merasa repot, bagaimana kami harus menyampaikan hal-hal yang bagi kami pun bisa dibilang ‘baru’.. [sementara itu dulu, moga besok lain waktu bisa kami lengkapi..] Ini Purworejo, yang buat kami belum lazim, tanpa bermaksud merendahkan, meremehkan atau menggerutu dan mengeluh. Kami telah menetapkan visi untuk ‘mencahayai’ kota ini, Light Up Purworejo, dengan sedikit yang kami bisa dan pernah kami mulai sebelumnya. Jadi, relativitas buat kami tetap berlaku, dan berharap senantiasa makin ‘terang-benderang’ luar-dalam. Sekali lagi, kami mulai dari hal terkecil, nyaman (dalam berkarya atau) berkreasi, (yang nantinya kami yakin akan mendapatkan yang kami inginkan atau rencanakan, katakanlah sebagai) makan bergizi. Nyaman Berkreasi Makan Bergizi.. hahahaha.. keren, kaaan.. ;)

Pada pasca penayangan perdana selama empat jam itu (dari jam delapan hingga dua belas), kami merasa perlu istirahat. Akhirnya disepakati, untuk tidak melangsungkannya selama delapan jam, alias empat jam saja saban pekan. Sok banget, sih.. waktu itu..! :D Di Wordpress, admin kami sempat menulis tentang mimpi dan misteri, katanya..

Sering kita ujarkan, “Kalau nggak punya mimpi, ngapain hidup!” Saat-saat penting dalam hidup kita, seringkali terbersit keinginan yang amat sangat untuk dicapai, entah nantinya benar-benar sebagai sebuah kebutuhan atau justru telah hambar beraroma life style. Saat-saat itu biasanya disertai introspeksi dan sejenuk perenungan, merefleksi atau memproyeksikan abstraksi benaknya.

Mengejar mimpi, bukit kan kudaki, lautpun kan kuseberangi, demikian lirik-lirik perumpamaannya terdokumen di panjang pita perekam. Begitu kecil dan bodohnya yang kemudian kita rasakan saat sejenak bertambah tahu banyak hal setelahnya. Ternyata dunia tak selebar daun kelor. Sebuah kekuasaan jaman dan hukum alam. Merujuk batas ruang dan waktu. Begitu dinamis, begitu cepat, begitu ganas. Itu menjadi misteri.

Waw.. sudah jam lima pagi.. 3 Oktober 2011. [indiepagi]

Comments

Minggu, 2×104 Pekan Lalu

capture

Ini blog pertama kami, saat tulisan ini diunggah, masih ada.. :)

Ini sekeping cerita kami, kalau nantinya ketemu juga kepingan cerita dari teman kami yang lain, mungkin keseluruhan cerita itu akan berubah bentuk. Bukan sebagai blog seperti ini yang lebih lengkap, bukan hanya menjadi cerita dari kami atau teman-teman kami itu ke teman-temannya yang lain, bukan pula harus menjadi buku atau bentuk cetakan masa depan yang paperless, tapi lebih dari bagian dari kehidupan kami atau teman-teman semua. Itu akan lebih mulia kami rasa, karena lebih bermanfaat menyeluruh, mengalir seperti udara, bukan hanya seperti air. :)

Maaf, sebelumnya, kami memakai ‘kami’ bukan ‘penulis’, atau ’saya’, atau ‘aku’. Maksudnya agar ‘lebih dekat’ dengan aroma harapan awal, tidak hanya untuk si ‘penulis’, baik itu ’saya’ atau ‘aku’ saja, tapi ‘kami’ dan teman-teman semua, alias kita. Keyakinan ini yang hendak kami bangun sejak awal, sebagai landasan aktivitas kami nantinya, berfikir dengan mind set jangka panjang, bertahap, bertingkat, berlanjut. Sebelum memulai menulis inipun, kami sempat berfikir ulang, ada sodoran isian kategori blogdetik yang wajib diisi. Ada gaya hidup, hiburan, komunitas dan personal. Empat kata itu yang sekiranya kami ingin pilih menjadi kategori blog ini, untuk menyesuaikan pilihan admin saat blog ini mulai di-sign up dan memulai setting dan tulisan awalnya. Di atas tampilan ini ada kata indie music, personal and life society. Kata komunitas-lah, yang kami pilih saat ini, relatif tepat untuk mewakili harapan awal saat itu, bahkan sampai saat ini. Kami merasa butuh berkomunitas (dalam bentuk media apa pun, blogdetik salah satunya), berbagi (di jaman yang mengedepankan horizontal media dan citizen journalism), dilandasi ‘cinta’ (cinta dalam arti luas, yang melandasi terjalinnya silaturahmi, bukan ‘bertemu untuk berpisah’). Kalau sekarang belum kental sebagai komunitas yang ‘bernama’, punya nama, punya papan nama, maka kami merasa yang kami yakini bukanlah sebuah kesalahan, yang baru bisa kami capai juga bukan sebuah hal yang patut disebut sebagai sebuah kesalahan. Setidaknya, kami yakin ada pemikiran dan pencapaian jangka panjang. Itu sederhananya.

Nah, mari kita mulai, apa sesungguhnya kepingan cerita yang ingin kami sampaikan. Buat teman-teman yang sempat mengalami kebersamaan kita saat itu, silakan ikut mengingat, mungkin nanti akan ada cerita lain dan sisi lain. Itu juga kami alami lho, kejadian-kejadian detail empat tahun lalu, sempat juga mampir ke telinga kami, baru-baru ini. Sedikit banyak memang ada hubungannya dengan aktivitas kami, walau tidak relevan tersaji dan terpapar di sini. Itu referensi, jadi titik kaji suatu saat nanti.

Tiga bulan terakhir di tahun 2007, kami memulai sebuah program yang kami namakan z104. Mengapa tiga bulan? Anggap saja kebetulan, kebetulan enak untuk  dijadikan patokan waktu, tepat tiga belas pekan, atau ada tiga belas hari Minggu, dimana kami menentukan hari itu sebagai hari H tiap pekannya. Tiga bulan itu kami maknai sebagai program uji coba, yang nantinya bisa lanjut atau stop.  Jika hari ini, Minggu, pekan pertama dalam tiga bulan ke depan di tahun ini kami ‘mengulangi’ berproduksi lagi, jauh lebih asyik kali ya? Sudah ada social media networks yang jauh lebih beragam, sudah ada referensi yang jauh lebih lengkap dan detail, sudah ada kebiasaan ber-’komunitas’ yang makin efektif dan makin efisien. Mimpi yang tertunda, pencapaiannya, setidaknya bagi kami.

graphic1

Program yang kami ingini, -kami yakin ini bermanfaat- menginspirasi dan memotivasi anak muda, anak band, media, para pendukung, serta stakeholders. Jadi, kalau formatnya seperti sudah-sudah yang pernah ada, buat kami jelas-jelas belum yang kami ingini. Kami ingin melakukan lebih, walau sumber daya terbatas, di lingkungan yang serba terbatas. Ini menariknya!

Sambil nulis, rasanya pengin ketawa, ini ada tulisan di Oktober 2008, “Malam ini adalah malam buat coba2 tayangin brand yang sebelumnya memang sudah pernah terjajal di 107,7 MHz, tapi karena kultur yang dirasa berbeda maka dengan sedikit berdebar-debar diluncurkan juga sebuah test market untuk program Indonesian Best Rock Ninties yang coba di bawain sama Dj Didi. Dan ternyata, dengan warna yang agak beda karena memang secara fisik infrastrukturnya juga jauh beda dengan 107,7 MHz  yang kali ini nangkringnya di 104 MHz sangat mengejutkan, ini dibuktikan dengan lumayan banyaknya SMS yang mendukung tertayangnya program tersebut. atau lebih tepatnya audiens sangat berharap agar program IBRN’s akan berkelanjutan.

Dj Didi pun merasa cukup senang dengan respon audiens yang tidak pernah disangka sebelumnya, apalagi ternyata di antara sms audiens yang masuk ternyata ada sebagian audiens yang sebetulnya adalah penyimak IBRN’s di frekuensi sebelumnya.”

[zMania.. ceritanya dipotong dulu ya.. mau nengok lapak sebelah nich..]

*sebelum terjadi Senin, harus terunggah ;) **admin lain, mana goresan keypad dan keyboardmu :D ***tolong ditambahkan ceritanya dong :)

Comments

Blog Anda, Untuk Apa?

Sambil menunggu lampu nyala kembali, izinkan kami bertanya, “Blog Anda, untuk Apa?” Pertanyaan yang kami pakai sebagai judul tulisan kali ini. Anda boleh mengubah kata tanya dari pertanyaan tadi. Anda juga boleh menjawab dalam hati.

Sesaat lalu, lampu telah nyala kembali. Mungkin kebetulan. Bukan rekayasa. Sekarang sambil menunggu posting seorang teman, dalam blognya. (indiesore)

Comments (1)

Meriah, Pentas Aksi Nasionalisme di Purworejo

Di posting kali ini, kami upayakan mengarsip atau meng-kliping tulisan di Suara Merdeka edisi Rabu, 23 Maret 2011 Rubrik Merapi halaman J. Ada satu foto menarik dengan capture caption MERIAH: Pentas seni bertajuk Aksi Nasionalisme yang diselenggarakan dalam peringatan kelahiran pahlawan nasional WR Soepratman meriah. (55) SM/Nur Kholiq ~ maaf, potongan koran tersebut telah terbingkai sebelum sempat men-scan-nya. Berikut kami ‘key-pad’-kan ulang untuk kalian zMania, juga Anda penikmat gaya hidup independen. Judul di koran adalah Meriah, Pentas Seni Nasionalisme. Beberapa yang keliru, kami edit seperlunya.

PURWOREJO - Pentas seni bertajuk Aksi Nasionalisme yang digelar dalam rangka peringatan kelahiran Pahlawan Nasional (WR Soepratman, adm) di halaman Kantor Pos Purworejo, Sabtu (19/3), cukup meriah.

Pentas itu juga diramaikan penampilan Agni, artis idola cilik yang sekaligus siswa Sanggar Mentari Purworejo sebagai penyelenggara event ini.

Penampilan Agni mampu menghibur penonton dan mendorong anak-anak tampil lebih maksimal. Agni malam itu bersama-sama siswa asuh Dwi Suryanto membawakan tiga tembang: Laskar Pelangi, Kepompong dan Garuda di Dadaku. Walau hanya tiga tembang, penampilan Agni cukup menyihir pemirsa.
Pimpinan Sanggar Mentari Dwi Suryanto menjelaskan, kegiatan itu sekaligus dalam rangka ujian anak-anak yang tergabung dalam sanggar tersebut. Juga untuk memperingati kelahiran komponis bangsa WR Soepratman.

“Pentas malam ini untuk membentuk karakter anak-anak, agar lebih mencintai karya anak bangsa sendiri. Diharapkan mereka mampu berkreasi dan mengikuti jejak WR Soepratman,” ujar Dwi Suryanto.

Sanggar Mentari yang sudah berkiprah di Purworejo sejak sembilan tahun lalu telah menelurkan ribuan siswa, baik di bidang olah vokal maupun bermusik. Anak didiknya dari usia tiga tahun hingga remaja, bahkan ada yang dewasa.

Malam itu 63 siswa Sanggar Mentari unjuk kebolehan. Di antara penampil yakni Jovinka dengan tembang Tanah Air dan Mekar Melati, Rasyid dengan Kebesaran-Mu dan Indah yang menembangkan dua lagu karya sendiri. (H43-55)

Nah, moga-moga bisa kami susulkan juga pernak-pernik dan serba-serbi lainnya. Suwun. (indiesore)

Comments

Purworejo Dikunjungi Xtraligi, Tak Sekadar Nyanyi dan Ngaji

Xtraligi Kunjungan Spiritual Iwan Fals dan Ki Ageng Ganjur ke Pesantren, demikian nama yang disematkan pada rangkaian aktivitas yang didukung Djarum Coklat Extra ini. Dari akun Twitter @TigaRambu disebutkan, bahwa Tour Pesantren Iwan Fals ini Insya Allah bisa mengunjungi 99 pesantren di tanah air. Aktivitas ini sudah dimulai tahun lalu. Purworejo menjadi kota ke-54 setelah tiga hari sebelumnya secara berturut-turut mengunjungi kota Kudus (28/05), Solo (29/05) dan Sleman (31/05). Purbalingga adalah kota berikutnya, hari ini (02/06). Dalam kunjungannya di Purworejo, berbagai aktivitas dilaksanakan di Pondok Pesantren Bulus.

Selain Iwan Fals dan Ki Ageng Ganjur, Xtraligi juga menampilkan sekaligus Ki Enthus Susmana yang selama ini kita kenal sebagai seorang dalang wayang golek dan Dr Zastrow Al Ngatawi yang seorang religius! ‘Empat nama’ kunci tersebut lantas menjadi komunikator yang piawai menyampaikan pesan, hangat dan menghibur. Tiap jeda Iwan Fals nyanyi diiringi Ki Ageng Ganjur, Dr Zastrow menafsirkan lirik-lirik Iwan Fals yang berhubungan dengan Ayat Suci. Ki Enthus pun tangkas membangun potongan demi potongan cerita lewat wayang goleknya. Pesan baik yang dikemas dengan cerdas, terpadu dan menghibur. Pantas saja suasana yang dibangun bukan ‘melulu’ musik, bukan ‘melulu’ ‘ngaji’.

Sebelum tampil di panggung, Xtraligi juga mengadakan serangkaian aktivitas di pondok pesantren. Penanaman 1000 pohon secara simbolis, dialog budaya atau juga bertemu media. Ini yang menjadikan Tour Pesantren Iwan Fals ‘lebih bergema’. Boleh dibilang gemanya sampai ke hati, misalnya ajakan menanam pohon dilakukan secara nyata (realitas sosial) dan juga melalui ‘Tanam Siram Tanam’ dari atas panggung (realitas media). Di Purworejo, ujar Iwan Fals, masih terdapat banyak pohon lebat! (maaf, subuhan dulu ~ indiepagi)

Comments

Iwan Fals ke Purworejo?

Patah demi patah kalimat para pekicau (sebutan untuk pengguna twitter) di Purworejo tempo hari, membuat penasaran saja. Apa pasal? Disebut-sebut Iwan Fals bakal hadir di Purworejo. Acara? Nyanyi? Konser? Silaturahmi? Atau cuma lewat dan berhenti sejenak? Satu demi satu twit-twit penjelas twit-twit sebelumnya pun kian nyaring. Insya Allah, 1 Juni 2011, Alun-alun Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia, Asia!

Informasi tentang Iwan Fals bisa zMania ikuti via http://facebook.com/iwanfals. Tak kurang 1.404.040 (kami pantau sekitar pukul 15.30 tadi) people telah menyukainya! zMania juga bisa ikuti http://facebook.com/tigarambu yang mengelola manajemennya. Entah karena apa, tadi kami belum bisa mengakses lagi http://www.iwanfals.co.id. Harapannya, ada banyak referensi!

Iwan Fals manggung di Purworejo, adalah hal langka. Alangkah baiknya kehadiran sosok salah satu ‘tokoh kelas Asia’ versi Time itu, dimanfaatkan secara bijak. Kita bisa menikmati sajian musik, mengalami secara langsung di lapangan, berinteraksi dengan komunitasnya, atau sampai merepresentasikannya ke twitterland.

Lantas, apa saja yang perlu disiapkan untuk bergabung di Alun-alun terbesar di tanah air itu? Ada yang hendak berbagi? Yuk.. (indiesore)

Comments (2)

Mendung Pagi Menyapa Purworejo

Selamat pagi, zMania.. Pagi dengan mendung menggelayut sedang berlangsung di kawasan Purworejo. Semoga zMania tetap semangat ya, menyiapkan segala sesuatunya ke aktivitas pekan ini.

Selamat menempuh UAS, jikalau hari ini kudu melakoninya, kerjakan dengan teliti, siapa tahu semua soal sebenarnya mudah untukmu. Sukses UAS juga banyak faedahnya lho, maka jangan abaikan, hehe..

Nah, buat yang sok bingung, sok manyun, sok galau.. hahahaha.. ayo ambil tindakan! Apa ya? Cobalah bertanya.. seutas kata berangkai makna.. :) (indiepagi)

Comments (1)

Susahnya Menyiasati Jarak

Sekian lama waktu berlalu, rentang jarakpun mengikuti, perkembangan demi perkembangan dari sebuah hubungan yang baik,  ataupun yang tidak baik pun bergeser sedikit atau bahkan banyak.

kalau dipikir, z104 sudah berjalan berapa tahun ya? hahahaha lupa aku.

Kangen, rindu, bercampur jadi satu, cita cita lama yang terpendam itu perlahan bangkit menggejolak, ingin rasanya membangunnya kembali.

Tapi, jarak itu terlalu jauh untuk aku rengkuh.

Comments

Do More with Your Media

10

Salah satu cara gaul yang simple adalah saling berbagi cerita. Salah satu bahan cerita itu bisa kita dapatkan dari berbagai sumber, narasumber dan media. Begitupun apa yang kita ceritakan itu akan menjadi sumber informasi pihak lain atau pembaca cerita-cerita kita. Bukankah begitu?

Comments off

« Previous entries