Tentang Kita

12 Oct 2008

Perihal :: Ini merupakan contoh halaman WordPress. Anda dapat menyunting ini untuk menaruh informasi tentang diri Anda atau situs Anda sehingga pembaca dapat mengetahui dari mana Anda. Anda dapat menciptakan halaman seperti ini atau sub-halaman sebanyak mungkin dan mengatur seluruh konten Anda di dalam WordPress.

Tentang Kami :: mungkin tak terlalu penting buat zMania; tapi

Tentang Kita :: mari kita cipta…

capture

Ini blog pertama kami, saat tulisan ini diunggah, masih ada.. :)

Ini sekeping cerita kami, kalau nantinya ketemu juga kepingan cerita dari teman kami yang lain, mungkin keseluruhan cerita itu akan berubah bentuk. Bukan sebagai blog seperti ini yang lebih lengkap, bukan hanya menjadi cerita dari kami atau teman-teman kami itu ke teman-temannya yang lain, bukan pula harus menjadi buku atau bentuk cetakan masa depan yang paperless, tapi lebih dari bagian dari kehidupan kami atau teman-teman semua. Itu akan lebih mulia kami rasa, karena lebih bermanfaat menyeluruh, mengalir seperti udara, bukan hanya seperti air. :)

Maaf, sebelumnya, kami memakai ‘kami’ bukan ‘penulis’, atau ’saya’, atau ‘aku’. Maksudnya agar ‘lebih dekat’ dengan aroma harapan awal, tidak hanya untuk si ‘penulis’, baik itu ’saya’ atau ‘aku’ saja, tapi ‘kami’ dan teman-teman semua, alias kita. Keyakinan ini yang hendak kami bangun sejak awal, sebagai landasan aktivitas kami nantinya, berfikir dengan mind set jangka panjang, bertahap, bertingkat, berlanjut. Sebelum memulai menulis inipun, kami sempat berfikir ulang, ada sodoran isian kategori blogdetik yang wajib diisi. Ada gaya hidup, hiburan, komunitas dan personal. Empat kata itu yang sekiranya kami ingin pilih menjadi kategori blog ini, untuk menyesuaikan pilihan admin saat blog ini mulai di-sign up dan memulai setting dan tulisan awalnya. Di atas tampilan ini ada kata indie music, personal and life society. Kata komunitas-lah, yang kami pilih saat ini, relatif tepat untuk mewakili harapan awal saat itu, bahkan sampai saat ini. Kami merasa butuh berkomunitas (dalam bentuk media apa pun, blogdetik salah satunya), berbagi (di jaman yang mengedepankan horizontal media dan citizen journalism), dilandasi ‘cinta’ (cinta dalam arti luas, yang melandasi terjalinnya silaturahmi, bukan ‘bertemu untuk berpisah’). Kalau sekarang belum kental sebagai komunitas yang ‘bernama’, punya nama, punya papan nama, maka kami merasa yang kami yakini bukanlah sebuah kesalahan, yang baru bisa kami capai juga bukan sebuah hal yang patut disebut sebagai sebuah kesalahan. Setidaknya, kami yakin ada pemikiran dan pencapaian jangka panjang. Itu sederhananya.

Nah, mari kita mulai, apa sesungguhnya kepingan cerita yang ingin kami sampaikan. Buat teman-teman yang sempat mengalami kebersamaan kita saat itu, silakan ikut mengingat, mungkin nanti akan ada cerita lain dan sisi lain. Itu juga kami alami lho, kejadian-kejadian detail empat tahun lalu, sempat juga mampir ke telinga kami, baru-baru ini. Sedikit banyak memang ada hubungannya dengan aktivitas kami, walau tidak relevan tersaji dan terpapar di sini. Itu referensi, jadi titik kaji suatu saat nanti.

Tiga bulan terakhir di tahun 2007, kami memulai sebuah program yang kami namakan z104. Mengapa tiga bulan? Anggap saja kebetulan, kebetulan enak untuk dijadikan patokan waktu, tepat tiga belas pekan, atau ada tiga belas hari Minggu, dimana kami menentukan hari itu sebagai hari H tiap pekannya. Tiga bulan itu kami maknai sebagai program uji coba, yang nantinya bisa lanjut atau stop. Jika hari ini, Minggu, pekan pertama dalam tiga bulan ke depan di tahun ini kami ‘mengulangi’ berproduksi lagi, jauh lebih asyik kali ya? Sudah ada social media networks yang jauh lebih beragam, sudah ada referensi yang jauh lebih lengkap dan detail, sudah ada kebiasaan ber-’komunitas’yang makin efektif dan makin efisien. Mimpi yang tertunda, pencapaiannya, setidaknya bagi kami.

graphic1

Program yang kami ingini, -kami yakin ini bermanfaat- menginspirasi dan memotivasi anak muda, anak band, media, para pendukung, serta stakeholders. Jadi, kalau formatnya seperti sudah-sudah yang pernah ada, buat kami jelas-jelas belum yang kami ingini. Kami ingin melakukan lebih, walau sumber daya terbatas, di lingkungan yang serba terbatas. Ini menariknya!

Sambil nulis, rasanya pengin ketawa, ini ada tulisan di Oktober 2008, “Malam ini adalah malam buat coba2 tayangin brand yang sebelumnya memang sudah pernah terjajal di 107,7 MHz, tapi karena kultur yang dirasa berbeda maka dengan sedikit berdebar-debar diluncurkan juga sebuah test market untuk program Indonesian Best Rock Ninties yang coba di bawain sama Dj Didi. Dan ternyata, dengan warna yang agak beda karena memang secara fisik infrastrukturnya juga jauh beda dengan 107,7 MHz yang kali ini nangkringnya di 104 MHz sangat mengejutkan, ini dibuktikan dengan lumayan banyaknya SMS yang mendukung tertayangnya program tersebut. atau lebih tepatnya audiens sangat berharap agar program IBRNs akan berkelanjutan.

Dj Didi pun merasa cukup senang dengan respon audiens yang tidak pernah disangka sebelumnya, apalagi ternyata di antara sms audiens yang masuk ternyata ada sebagian audiens yang sebetulnya adalah penyimak IBRNs di frekuensi sebelumnya.”

[zMania.. ceritanya dipotong dulu ya.. mau nengok lapak sebelah nich..]

*sebelum terjadi Senin, harus terunggah ;) **admin lain, mana goresan keypad dan keyboardmu :D***tolong ditambahkan ceritanya dong :)

capture2

Yuk, kita terusin cerita-ceritanya, seputar aktivitas kami empat tahun lalu, alias 2×104 pekan lalu.

Tiga bulan terakhir di tahun 2007, kami memulai sebuah program yang kami namakan z104, alias ‘zona104fm’, keren ya, hahahaha.. Mengapa tiga bulan? Anggap saja kebetulan, kebetulan enak untuk dijadikan patokan waktu, tepat tiga belas pekan, atau ada tiga belas hari Minggu. ‘zona104fm’ ini adalah sebuah program radio yang kami bayangkan sejak awal laksana sebuah program acara televisi. Konon, sebuah program acara televisi itu butuh ’satuan 13 episode’ dalam satu paket. Mungkin khusus untuk sinetron kejar tayang atau program berjangka panjang. Pokoknya secara pemaketan seperti itulah. Ini untuk melandasi pola fikir dan cara kerja yang kami anggap relevan saat itu. Kami juga telah berfikir seandainya memungkinkan, kami pun ingin menciptakan aktivitas ‘berbagi’ dengan cara kami sendiri. Maka dari itu hal-hal penting selama kami beraktivitas ke depan hendaknya terdokumentasi. Dan yang paling penting adalah ‘diskografi’, karena ini adalah konten utama dalam penyelenggaraan sebuah program acara penayangan.

Pada tahun 2006, kami sudah mulai melirik dan mengoleksi beberapa track indie. Track-track seperti itulah yang kami anggap cukup menarik ke depan, khususnya bagi kami, khususnya untuk kami lakukan di Purworejo saat itu. Radio-radio di Purworejo, saat itu tak ada satu pun yang mengkhususkan pemutaran karya musik rekam musisi lokal dalam satu program acara. Padahal kami bertemu dengan banyak band indie asal luar Purworejo dan mereka amat membutuhkannya, di samping karya-karya band indie asal Purworejo yang sudah ada yang memulai aktivitas ‘indie’-nya. Dengan bekal sekitar 80-an tracks saat itu, kami mencoba melengkapinya dengan berbagai profil mereka dan materi konten yang lain, seputar gaya hidup. Kami sudah berfikir dan memilih, bahwa mendengarkan musik akan berhubungan dengan banyak hal di kehidupan sehari-hari, bahkan dengan hobi atau kegemaran tertentu. Kami pun menyiapkan pendekatan z104 indielife, alias gaya hidup independen dalam menikmati karya-karya musik rekam musisi lokal yang dimulai dari ‘zona104fm’. Deejay (sebutan keren untuk penyiar-presenter-produser kami) z104 pun akan kami pilih dengan pendekatan talenta, media relationship dan kehumasan yang bisa dikembangkan. Idealis ya, .. harus..!!!

graphic1

Program yang kami ingini, -kami yakin ini bermanfaat- menginspirasi dan memotivasi anak muda, anak band, media, para pendukung, serta stakeholders. Jadi, kalau formatnya seperti sudah-sudah yang pernah ada, buat kami jelas-jelas belum yang kami ingini. Kami ingin melakukan lebih, walau sumber daya terbatas, di lingkungan yang serba terbatas. Ini menariknya! Selalu menebar tantangan dan mendebar jantung saat-saat menghadapi deadline. Kami menentukan hari Minggu sebagai hari H tiap pekannya. Tiga bulan itu kami maknai sebagai program uji coba, yang nantinya bisa lanjut atau stop. Artinya, kami sebagai production house dalam hal ini dan media penyiaran radio di sisi lain, sepakat ‘project’ ini (satu tahun ke depan dengan delapan jam perpekan mengorbit) cukup masuk akal. Jika ada sebab di luar kuasa kita, ya itu tadi.. sebagai mimpi yang tertunda pencapaiannya, setidaknya bagi kami. Maka, jalani saja..

Itu tentang APA.. Nah, tentang SIAPA kami, ternyata admin pernah menulis di blog ini, di biographical info, bahwa kami merupakan

sekumpulan anak muda yang mencoba untuk lebih kreatif dalam mewadahi talenta yang diberikan Tuhan untuk dipergunakan dalam kehidupan mereka pribadi dan orang lain untuk masa depan mereka.

Dalam Wordpress, admin kami juga pernah menulis..

Artist Management kami geluti sekitar Maret 2007, menyusulTalent Management danProduction House. Sebelumnya kami menempa diri dalam halManajemen Media Massa, (full service)Advertising danMedia Specialist.Aktivitas Production House kami creat sejalan dengan daya dukung yang ada, potensi yang kami kembangkan dan target-target pencapaian yang terukur masuk akal. z104 IndieLife (spesial indie buat kamu) merupakan program penayangan track-track indie musisi lokal (selanjutnya kami sebut denganindiez) melaluifrequency modulation radio broadcasting station, tiap Minggu jam 10 pagi sampai dengan jam 12 siang sejak awal 2008 lalu. Jadi hingga catatan ini diunggah, sudah lebih dari setahun lalu diawali. Ujicoba tayangan pun kami lakukan dalam kurun waktu selama 3 (tiga) bulan sebelumnya.

Itu ‘batasan-batasan’ cara kami mengenalkan diri, karena kami merasa repot, bagaimana kami harus menyampaikan hal-hal yang bagi kami pun bisa dibilang ‘baru’.. [sementara itu dulu, moga besok lain waktu bisa kami lengkapi..] Ini Purworejo, yang buat kami belum lazim, tanpa bermaksud merendahkan, meremehkan atau menggerutu dan mengeluh. Kami telah menetapkan visi untuk ‘mencahayai’ kota ini, Light Up Purworejo, dengan sedikit yang kami bisa dan pernah kami mulai sebelumnya. Jadi, relativitas buat kami tetap berlaku, dan berharap senantiasa makin ‘terang-benderang’ luar-dalam. Sekali lagi, kami mulai dari hal terkecil, nyaman (dalam berkarya atau) berkreasi, (yang nantinya kami yakin akan mendapatkan yang kami inginkan atau rencanakan, katakanlah sebagai) makan bergizi. Nyaman Berkreasi Makan Bergizi.. hahahaha.. keren, kaaan.. ;)

Pada pasca penayangan perdana selama empat jam itu (dari jam delapan hingga dua belas), kami merasa perlu istirahat. Akhirnya disepakati, untuk tidak melangsungkannya selama delapan jam, alias empat jam saja saban pekan. Sok banget, sih.. waktu itu..! :D Di Wordpress, admin kami sempat menulis tentang mimpi dan misteri, katanya..

Sering kita ujarkan, Kalau nggak punya mimpi, ngapain hidup! Saat-saat penting dalam hidup kita, seringkali terbersit keinginan yang amat sangat untuk dicapai, entah nantinya benar-benar sebagai sebuah kebutuhan atau justru telah hambar beraroma life style. Saat-saat itu biasanya disertai introspeksi dan sejenuk perenungan, merefleksi atau memproyeksikan abstraksi benaknya.

Mengejar mimpi, bukit kan kudaki, lautpun kan kuseberangi, demikian lirik-lirik perumpamaannya terdokumen di panjang pita perekam. Begitu kecil dan bodohnya yang kemudian kita rasakan saat sejenak bertambah tahu banyak hal setelahnya. Ternyata dunia tak selebar daun kelor. Sebuah kekuasaan jaman dan hukum alam. Merujuk batas ruang dan waktu. Begitu dinamis, begitu cepat, begitu ganas. Itu menjadi misteri.

Waw.. sudah jam lima pagi.. 3 Oktober 2011. [indiepagi]


TAGS


-

Author

Follow Me